Ka'ab al-Ahbar mengatakan, tatkala agama Isa muncul dan menyebar ke berbagai pelosok, banyak orang yang mencintai agamanya sehingga pada masa Isa agama Yahudi mulai terhapus dan melemah dan orang-orang berbondong-bondong menghadapkan diri kepada Isa. Isa diberi oleh Allah kitab Injil dan bisa menghidupkan orang yang mati, dengan izin Allah. Ketika Raja Hardus melihat mukjizat yang cemerlang, dia bermaksud untuk membunuh Isa al-Masih dengan persetujuan dari sejumlah pendeta Yahudi. Mereka pergi untuk menyergap Isa ketika sedang berada di rumah ibunya, Maryam. Setelah ada di depan rumahnya, salah seorang di antara mereka masuk ke dalam rumah. Karena setelah ditunggu-tunggu lama orang tersebut tidak keluar juga, maka mereka masuk bergerombol ke sana.
Pada saat itu, wajah orang-orang yang terlebih dulu masuk diserupakan kepada mereka menjadi Isa a.s. Mereka buka penutup kepala orang itu kemudian mereka pakaikan mahkota dari bulu. Lalu orang itu mereka naikkan ke atas pelepah kurma, mereka bawa berkeliling mengitari kota. Selanjutnya mereka tancapkan kayu salib, lalu tangan dan kakinya mereka ikat. Orang-orang Yahudi mengitarinya lalu membawanya ke kayu tersebut dan menyalibnya disana. Di samping orang itu, mereka menyalib dua orang pencuri bersamanya.
Allah berfirman:
Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (QS 4:157)
Wahab bin Munabbih mengatakan, tatkala orang yang diserupakan dengan Isa a.s disalib, hal itu terjadi pada hari Jumat sekitar jam 3 siang. Pada saat itu dunia menjadi gelap selama tiga hari hingga jam 3 siang itu. Pada hari itu, bumi berguncang. Diangkatnya Isa ke langit adalah tanggal 15 Naisan dari bulan Romawi yang bertepatan dengan tanggal 29 Rumbat dari bulan Qibthi. Ats-Tsa'labi mengatakan sewaktu diangkat ke langit Isa sedang berumur 33 tahun.
Menurut as-Sadi, Isa diangkat ke langit dari Gereja Saliq yang ada di Baitul Maqdis. Setelah diangkat ke langit, Allah memberinya sifat-sifat malaikat dan memutuskan darinya akan lezatnya makanan dan minuman. Dia menjadi malaikat langit dan bumi. Sampai sekarang dia masih hidup. Demikianlah menurut pendapat Ahlus Sunah.
Ats-Tsa'labi mengatakan bahwa Maryam meninggal setelah 60 tahun anaknya diangkat ke langit. Dia dikuburkan di Baitul Maqdis. Semoga Allah memberikan shalawat kepada mereka berdua