Showing posts with label Nabi Isa. Show all posts
Showing posts with label Nabi Isa. Show all posts

Nabi Isa bin Maryam (Pengangkatan ke Langit)


Ka'ab al-Ahbar mengatakan, tatkala agama Isa muncul dan menyebar ke berbagai pelosok, banyak orang yang mencintai  agamanya sehingga pada masa Isa agama Yahudi mulai terhapus dan melemah dan orang-orang berbondong-bondong menghadapkan diri kepada Isa. Isa diberi oleh Allah kitab Injil dan bisa menghidupkan orang yang mati, dengan izin Allah. Ketika Raja Hardus melihat mukjizat yang cemerlang, dia bermaksud untuk membunuh Isa al-Masih dengan persetujuan dari sejumlah pendeta Yahudi. Mereka pergi untuk menyergap Isa ketika sedang berada di rumah ibunya, Maryam. Setelah ada di depan rumahnya, salah seorang di antara mereka masuk ke dalam rumah. Karena setelah ditunggu-tunggu lama orang tersebut tidak keluar juga, maka mereka masuk bergerombol ke sana.

Pada saat itu, wajah orang-orang yang terlebih dulu masuk diserupakan kepada mereka menjadi Isa a.s. Mereka buka penutup kepala orang itu kemudian mereka pakaikan mahkota dari bulu. Lalu orang itu mereka naikkan ke atas pelepah kurma, mereka bawa berkeliling mengitari kota. Selanjutnya mereka tancapkan kayu salib, lalu tangan dan kakinya mereka ikat. Orang-orang Yahudi mengitarinya lalu membawanya ke kayu tersebut dan menyalibnya disana. Di samping orang itu, mereka menyalib dua orang pencuri bersamanya.

Allah berfirman:
Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (QS 4:157)

Wahab bin Munabbih mengatakan, tatkala orang yang diserupakan dengan Isa a.s disalib, hal itu terjadi pada hari Jumat sekitar jam 3 siang. Pada saat itu dunia menjadi gelap selama tiga hari hingga jam 3 siang itu. Pada hari itu, bumi berguncang. Diangkatnya Isa ke langit adalah tanggal 15 Naisan dari bulan Romawi yang bertepatan dengan tanggal 29 Rumbat dari bulan Qibthi. Ats-Tsa'labi mengatakan sewaktu diangkat ke langit Isa sedang berumur 33 tahun.

Menurut as-Sadi, Isa diangkat ke langit dari Gereja Saliq yang ada di Baitul Maqdis. Setelah diangkat ke langit, Allah memberinya sifat-sifat malaikat dan memutuskan darinya akan lezatnya makanan dan minuman. Dia menjadi malaikat langit dan bumi. Sampai sekarang dia masih hidup. Demikianlah menurut pendapat Ahlus Sunah.

Ats-Tsa'labi mengatakan bahwa Maryam meninggal setelah 60 tahun anaknya diangkat ke langit. Dia dikuburkan di Baitul Maqdis. Semoga Allah memberikan shalawat kepada mereka berdua
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 3:29 AM

Nabi Isa bin Maryam (Bayi)


Para ulama mengatakan bahwa Allah telah menciptakan Adam tanpa bapak dan ibu, menciptakan Hawwa tanpa ibu, dan menciptakan makhluk-makhluk-Nya yang lain melalui bapak dan ibu. Allah bermaksud untuk menyempurnakan unsur yang keempat, maka diciptakanlah Isa a.s tanpa bapak sehingga genaplah hikmah-Nya yang menakjubkan. Allah berfirman : Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia (QS 3:59)

Maryam mengandung Isa hanya sesaat saja sesuai firman Allah: Maka Maryam mengandungnya, lalu dia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa dia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan"(QS 19:22-23)

Tatkala Maryam berkata : "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan, "maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini"(QS 19:23-26)

Ibn Abbas r.a mengatakan bahwa waktu mengandungnya Maryam adalah delapan bulan
As-Sadi mengatakan bahwa melahirkannya di Baitul Lahmi (Betlehem) dekat Baitul Maqdis, pada malam Senin tanggal 29 Kaihak dari bulan-bulan Qibthi. Pada malam tersebut cuaca sangat dingin.

As-Sadi mengatakan, tatkala Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya, kaumnya berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina (QS 19:27-28)

Tatkala Maryam mendengar cercaan kaumnya, dia menunjukkepada anaknya (Isa), yakni agar mereka mengajak bicara kepadanya.
Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan? (QS 19:29). Pada saat itu Allah menjadikan Isa bisa berbicara kepada mereka. Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab(Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka..."(QS 
30-32)

Kalimat pertama yang diucapkan oleh Isa adalah, "sesungguhnya aku adalah hamba Allah" Karena Allah memberitahunya bahwa mereka akan mengatakn bahwa Isa adalah anak Allah. Jadi pernyataan tersebut merupakan bukti kebohongan mereka.
Dikatakan bahwa sejumlah orang Nasrani pernah bertanya kepada Ali r.a berkaitan dengan beberapa mukjizat Isa, diantaranya bawah dia telah berbicara sewaktu dalam ayunan. Mereka mengatakan, "Apakah Nabi kalian telah berbicara sewaktu dia masih dalam ayunan?:"
Maka Ali r.a menjawab, "Sesungguhnya Isa membutuhkan untuk bicara karena dia adalah anak yang terlahir tanpa bapak. Karena ditakutkan dicurigai, maka dia perlu untuk berbicara. Sementara Rasulullah saw tidak membutuhkan hal tersebut
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 11:09 PM