Showing posts with label Kisah mengerikan tentang Kematian. Show all posts
Showing posts with label Kisah mengerikan tentang Kematian. Show all posts

Kematian (Pintu Alam Barzah) Part 2



Tidaklah mengherankan bila mahkluk terkuat terhadap siksaan pun seperti iblis kalang kabut dan menjerit-jerit karena sakitnya sakaratul maut. Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa ketika hendak dicabut nyawanya oleh malaikat Izrail, Iblis melompat-lompat kesana kemari lantaran takutnya. Akhirnya sampailah ia di pusara Nabi Adam as dan bersujudlah ia di situ. Malaikat Izrail berkata: "Allah tidak akan menerima taubatmu karena pintu taubat telah tertutup bagimu." Maka tanpa ampun Izrail merenggut nyawanya dengan paksa sehingga memaksanya berteriak melengkin menahan pedih yang amat sangat. (Dari Berita Ghaib dan Alam Akhirat, hal.159-Drs Muhammad Anwar).

Tak terkecuali manusia setabah Rasulullah pun minta tolong kepada Allah saat menghadapi sakaratul maut karena begitu beratnya. Disebutkan dalam hadits dari Ummil Mukminin, Siti Aisyah ra, ia berkata: Aku melihat Rasulullah saw di saat beliau akan wafat, disampingnya ada sebuah bejana berisi air. Beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana itu lalu mengusapkannya ke wajah beliau seraya bersabda:

Ya Allah, tolonglah daku dari sakaratul maut ini. (HR. Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad dan Tirmidzi)

Setelah belaiu melihat putrinya, Fatimah ra, nampaknya kurang rela (tidak tega melihat beliau) maka Aisyah berseru: "Alangkah dekatnya" kemudian beliau bersabda kepada putrinya:

Wahai putriku, telah datang kepada ayahmu apa yang Allah tiada akan membiarkan seseorang dalam menghadapi kematiannya hingga hari kiamat. (HR. Ahmad)

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali dari Ibnu'Abbas meriwayatkan:
Nabi Ibrahim as adalah orang yang sangat teliti. Beliau mempunyai ruangan khusus untuk beribadah.Bila hendak pergi, belaiu selalu mengunci dan membawa anak kuncinya. Suatu hari, ketika beliau membuak pintu, beliau terkejut karena didalamnya beliau temukan seorang laki-laki yang mencurigakan. Nabi Ibrahim as bertanya,

Ibrahim: Siapakah yang mengizinkan engkau memasuki ruangan ini?
Lelaki itu: Pemilik rumah ini.
Ibrahim: Akulah pemilik rumah ini.
Lelaki itu: Yang memiliki bumi dan langit.
(Nabi Ibrahim tersentak karena terkejut)
Ibrahim: Siapakah engkau sebenarnya?
Lelaki itu: Malaikat Maut
Ibrahim: Maukah engkau menunjukkan wajahmu ketika hendak mencabut nyawa orang mukmin?
Izrail: Tentu. Alihkan Pandanganmu sebentar.

(Nabi Ibrahim memenuhi permintaannya dan ketika belaiu menoleh kembali dilihatnya wajah dan penampilan Malaikat Maut sudah berubah menjadi seorang pemuda tampan, berpakaian indah serta ama wangi)
Ibrahim: Dalam keadaan seperti ini setiap orang mukmin yang engkau datangi akan merasa sangat riang.

(Kemudian Nabi Ibrahim berkata lagi kepada Malaikat Maut)

Ibrahim: Maukah engkau menampakkan bentuk dan rupamu ketika mencabut nyawa orang kafir?
Izrail: Engkau tidak akan tahan menatapku nanti.
Ibrahim: Akan aku kuatkan.
Izrail: Baiklah, berpalinglah engkau sejenak.

(Seperti semula, Nabi Ibrahim pun mengalihkan pandangannya dan ketika beliau menoleh kembali maka tiba-tiba Malaikat Maut(Izrail) telah menjelma sebagai seorang yang hitam legam, semua bulunya berdiri. Baunya amat busuk, serba hitam pakaiannya, dari mulut dan lubang hidungnya keluar lidah api dan asap. Maka seketika itu Nabi Ibrahim as yang pernah lulus dalam ujian menyembelih putra yang dicintainya yaitu Ismail, pingsan. Dan setelah sadar kembali beliau bersabda

Ibrahim: Andaikata orang-orang kafir dan para pendurhaka itu tidak menerima siksaan yang lain, kiranya sudah cukuplah ia tersiksa ketika melihat bentuk dan rupamu tadi.
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 5:41 PM

Kematian (Pintu Alam Barzah)



Bencana pertama yang dihadapi setiap anak Adam adalah kematian. Dalam sebuah riwayat dari Anas ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda :
'Kematian itu adalah kiamat, maka barangsiapa yang telah mati maka telah sampailah kiamatnya.' (Hadits Riwayat Ibnu Abid Dunya-hadits ini termasuk dhaif)

Tentang hebatnya kematian, disebutkan dalam sebuah hadits dari Anas ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda:
'Anak Adam tidak akan menemui sesuatu dari apa yang diciptakan Allah, lebih hebat daripada maut. Dan maut ini pun merupakan yang paling ringan dibandingkan dengan apa yang sesudahnya.' (HR. Ahmad)

Malaikat Izrail pernah menanyakan kepedihan dikala nyawa direnggut kepada Nabi Idris as,

Izrail: Hai Idris, bagaimana rasanya mati itu?
Idris as: Seperti binatang terkelupas kulitnya dalam keadaan hidup, rasa sakitnya mati itu seribu kali lipat daripadanya.
Izrail: Padahal belum pernah aku mencabut nyawa seseorang sehalus dan sehati-hati ketika mencabut nyawamu.
(Dari Durratun Nasihin II, hal.166-167-Usman al-Khaibawi)

Dalam sebuah riwaya disebutkan, bahwa setelah ruh Nabi Musa as berada di hadapan Allah Ta'ala, maka Allah bertanya,

Allah: Hai Musa, bagaimanakah rasanya mati?
Musa: Aku merasakan seolah-olah seperti kambing hidup yang dikuliti oleh tangan pemotong hewan.

Allah juga bertanya kepada Nabi Ibrahim as ketika beliau wafat.

Allah: Bagaimana engkau merasakan kematian hai Khalilullah
Ibrahim: Seperti besi pembakar daging yang diletakkan dalam bulu basah kemudian ditarik

(Dari Menyingkap Rahasia Alam Barzah, (Imam al-Ghazali)-Abdul Ghoni Asykur, hal.19)

Akan sesuai sekali bila mati yang paling ringan digambarkan seperti,
'Sesungguhnya semudah-mudahnya mati adalah seukuran memasukkan kayu berduri ke dalam bulu biri-biri melainkan beserta bulu itu.' (HR. Ibnu Abid Dunya)

Diriwayatkan lagi bahwa jikalau setitik dari kepedihan mati itu diletakkan diatas seluruh bukit di dunia, niscaya hancur luluhlah mereka. Dalam riwayat lain dari Makhul, dari Nabi saw beliau bersabda:
'Jika rasa kepedihan sehelai rambut mayat diletakkan atas penduduk langit dan bumi niscaya mereka mati dengan izin Allah Ta'ala.' (Al-Hadits)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 5:40 PM