Showing posts with label Kenikmatan Surga. Show all posts
Showing posts with label Kenikmatan Surga. Show all posts

Gambaran Surga




Nabi saw bersabda:

Demi Allah, demi antara dua ambang pintu surga itu bagaikan jarak antara Makkah dan Hajar atau Makkah dan Bushra.
(HR. Bukhari-Muslim)

Dan luas surga itu sendiri. Bersabda Nabi saw:

Sesungguhnya surga itu seratus tingkat. kalau sekiranya dikumpulkan seluruh alam semesta ini lalu dimuatkan ke salah satu tingkatnya, (tingkat tersebut) maka masih lapang.
(HR. Tirmidzi)

Dan dari apa surga diciptakan? Dalam sebuah hadits disebutkan,

Dari Abu Hurairah ra berkata: 'Ada seseorang bertanya: 'Ya Rasulullah dari apakah mahkluk (surga) itu diciptakan?' Nabi menjawab: 'Dari air.' Kami bertanya lagi: 'Surga itu dibangun dari apa?' Beliau menjawab: 'Satu bata dari emas dan satu bata dari perak. Perekat antara kedua bata itu adalah minyak misk yang amat wangi semerbak. Batu-batunya berupa intan dan yakut sedangkan tanahnya zaghfaran.'
(HR. Ahmad)

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah ra mengatakan: Rasulullah saw bersabda:

Dinding surga itu satu bata dari perak dan satu bata emas.Tanahnya dari za'faran dan lumpurnya dari misk. Ditanya orang mengenai tanah surga itu, kata Nabi saw: 'Dari permata Makkah yang putih dan misk khusus.'
(HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah ra)

Gambaran surga secara umum menurut bahannya

Pertama: Surga Darul Jalal yang diciptakan dari permata putih

Kedua: Surga Darus Salam yang diciptakan dari permata merah

Ketiga: Surga Ma'wa yang diciptakan dari permata hijau

Keempat: Surga Khuldi yang diciptakan dari perak putih

Kelima: Surga Na'im yang diciptakan dari perak putih

Keenam: Darul Qarar yang diciptakan dari emas merah

Ketujuh: Surga Firdaus yang diciptakan dari batu bata dari perak, batu bata dari emas, batu bata dari permata merah dan dari batu bata dari permata hijau sedangkan perekatnya dari minyak misk

Kedelapan: Surga Adn yang diciptakan dari mutiara yang melebihi semua Surga. Surga Adn memiliki dua pintu dari emas dan jarak antara dua pintu itu seperti langit dan bumi, bahan bangunannya adalah batu bata dari emas dan perak, tanah pasirnya dari bahan yang wangi semerbak dari minyak anbar, perekatnya dari minyak misk. Didalam surga itu terdapat beberapa sungai yang mengalir ke seluruh surga, batu-batu kerikil sungainya dari mutiara sedangkan airnya lebih sejuk daripada salju dan lebih manis daripada madu. Di dalam surga ini terdapat telaga Kautsar yaitu telaga Nabi Muhammad saw serta telaga-telaga lain yaitu telaga Kaafur (minyak barus harum),telaga Tasniim(air surga), telaga Salsabil, telaga Rahiqiin Maktuum, telaga air, telaga susu dan telaga madu
(Durratun Nasihin III, hal 24-25)

Sedangkan bau surga, Ibnu Umar ra mengatakan bahwa Nabi saw pernah bersabda:

Dan sesungguhnya surga itu sudah mulai tercium pada jarak empat puluh tahun perjalanan.
(HR. Bukhari)

dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:54 AM

Sungai, Kendaraan, Pasar dan Cuaca di Surga


Hadits dari Anas bin Malik ra, ia berkata : Bahwa Rasulullah saw pernah ditanya mengenai air al-Kautsar. Kata nabi:

Di dalam surga ada sungai yang disediakan Allah, airnya lebih putih dari susu serta lebih manis dari madu, juga ada sejenis burung yang lehernya sebesar leher unta
(HR. Tirmidzi)

Allah berfirman tentang sungai-sungai surga,

Didalam surga ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya; sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari arak yang rasanya lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring.
(QS, Muhammad, 47:15)

Dalam hadits disebutkan:

Sesungguhnya engkau akan melihat seekor burung di dalam surga sedang engkau menginginkan dagingnya, maka jatuhlah ke hadapanmu dalam keadaan telah masak.
(HR Bazza dengan Sanad Dhaif yang berasal dari riwayat Ibnu Mas'ud) (Dari konsep Hidup Sesudah Mati Imam Ghaali, oleh Hussein Bahreisy, hal. 124)

Nabi saw bertanya pada Jibril, Wahai Jibril, dari manakah datangnya sungai-sungai itu? dan ke mana pula sungai-sungai itu mengalir?

Jibril: Sungai-sungai itu mengalir ke telaga Kautsar tetapi aku tidak tahu darimana datangnya sungai-sungai itu. Karenanya tanyakan saja kepada Allah Ta'ala supaya Dia memberitahukan dan memperlihatkan kempadamu
(Kemudian Nabi berdoa memohon kepada Allah kemudian datanglah malaikat serta berkata)

Malaikat: Wahai Muhammad pejamkanlah matamu
(Nabi pun memejamkan mata, malaikat itu berkata lagi,)
Malaikat:  Bukalah matamu
(Aku membuka kedua mataku. Tiba-tiba aku sudah berada di dekat sebuah pohon. Tak jauh dari pohon-pohon itu aku melihat sebuah kubah berwarna putih terbuat dari intan. Kubah itu memiliki satu pintu yang terbuat dari permata berwarna hijau dan gemboknya dari emas merah. Apabila seluruh manusia dan jin berkumpul di atas kubah itu niscaya akan nampak seperti burung yang bertengger di atas gunung atau hanya sperti sebutir telur yang terletak di atas gunung. Dan di situlah Nabi melihat empat sungai di bawahnya. Ketika Nabi akan kembali maka malaikat itu menegurku,)

Malaikat: Mengapa engkau tidak masuk ke dalamnya?
Nabi: Bagaimana aku bisa masuk sedngkan pintunya dikunci?
Malaikat: Hendaklah engkau saja yang membukanya
Nabi: Bagaimana aku membukanya?
Malaikat: Kuncinya berada di tanganmu
Nabi: Apakah itu?
Malaikat: Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

(Nabi mendekati kubah seraya membaca Basmalah, dan terbukalah kunci itu. Lalu Nabi masuk ke dalam kubah. Di situlah Nabi melihat sungai-sungai itu mengalir dari empat buah tiang kubah itu)
(Dari Durratun Nasihin III, hal 25-26, Usman al-Khaibawi)

Bila penduduk surga ingin berpergian, Allah pun telah menyiapkan untuk mereka kendaraan-kendaraan yang jauh lebih hebat dari jenis kendaraan yang pernah diciptakan manusia.

Disebutkan dalam Hadits:

Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: 'Adakah kuda dalam surga?' Jawab Nabi saw: 'Jika engkau dimasukkan Allah ke dalam surga maka engkau akan menunggangi kuda dari yakut merah. Engkau akan menungganginya ke mana saja engkau suka.'
(HR Trimidzi)


Tentang pasar di surga ada pasar yang dikunjungi ahli surga setiap hari jumat, maka bertiup angin selatan dan mengenai wajah serta pakaian mereka, tiba-tiba mereka berubah bertambah indah sehingga ketika mereka kembali ke tempatnya disambut oleh keluarganya dan dikatakan: 'Demi Allah, kamu bertambah bagus.' Jawab mereka: 'Kamu sepeninggal kami juga bertambah cantik jelita.'
(HR. Muslim)

Di dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:

Di dalam surga ada pasar dimana tidak ada jual beli, yang ada adalah pameran paras laki-laki maupun perempuan. Kalau ada seseorang (penduduk surga) yang menginginkan, maka ia boleh  meminangnya.
(HR. Tirmidzi)

Sedangkan tentang cuaca di surga disebutkan

Hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ada seseorang bertanya: 'Ya Rasulullah, apakah di dalam surga itu ada siang dan malam?
Jawab Nabi saw: 'Tidak. Yang ada disana hanya sinar dan cahaya.'
(HR. Hakim dan Tirmidzi)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:56 AM

Penduduk Ahli Surga

Rasulullah saw  bersabda:

Rombongan pertama yang masuk surga bagaikan bulan purnama, kemudian di belakang mereka seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak pernah kencing dan tidak pula buang air besar dan tidak meludah, tidak membuang ingus, sisir mereka dari emas, bau peluh mereka bagaikan kesturi dan ukup-ukupan mereka kayu gaharu yang sangat wangi, istri-istri mereka bidadari yang bulat matanya, ukuran badan mereka rata-rata sama, yaitu sebesar ayah mereka Nabi Adam as tingginya enam puluh hasta menjulang ke langit.
(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)

Allah menjadikan ukuran tubuh mereka sebesar tubuh Nabi Adam as untuk memperluas permukaan kulit mereka supaya mereka lebih menikmati karunia-karunia Tuhan

Nabi saw bersabda:

Di dalam surga itu juga makan dan minum tetapi tidak pernah meludah, tidak pernah kencing, tidak pernah berak dan tidak pernah menjahit pakaian. Orang-orang bertanya: 'Bagaimana jadinya makanan yang dimakan itu?' Jawab Nabi saw: 'Langsung menjadi keringat dan menjadi minyak wangi seperti misk.'
(HR. Muslim)

Penghuni surga masuk surga dan mereka masih muda-muda, berambut pendek dan rapi, mata mereka bercelak dan mereka berusai tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun.
(HR. Tirmidzi)

Rasulullah bersabda:

Bahwa setelah ahli surga itu sama masuk ke dalam surga tiba-tiba terdengarlah seruan Allah Ta'ala kepada mereka,

Allah Ta'ala: 'Wahai Ahli surga apakah yang kalian sukai akan Kutambahkan untukmu
Ahli Surga: Tidakkah telah Engkau putihkan wajah kami, tidakkah telah Engkau masukkan kami ke dalam surga, tidakkah telah Engkau selamatkan kami dari neraka
 Lalu Allah membuka tirai Hijab-Nya, hingga terlihat kepada mereka. Maka tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada melihat ke wajah Tuhannya
(HR. Imam Muslim)

Lengkaplah kenikmatan ahli surga setelah mereka dibukakan hijab Allah. Dan mereka pun merasa tenteram setelah mendapati jaminan langsung dari Allah.Rasulullah saw pernah bersabda:

Bahwasanya Allah Ta'ala berdialog langsung dengan ahli surga

Allah Ta'ala: Wahai Ahli Surga!
Ahli Surga: Labbaika y aTuhan kami, segala kebaikan di tangan-Mu Tuhan
Allah Ta'ala: Apakah kalian telah puas?
Ahli Surga: Kenapa kami tidak pusa, padahal Engkau telah memberikan kepada kami dari apa saja yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari Makhluk-Mu
Allah Ta'ala: Inginkah aku berikan kepada kalian yang lebih dari itu semua?
Ahli Surga: Apakah yang lebih dari semua itu?
Allah Ta'ala: Aku tetapkan keridhaan-Ku, maka Aku tak akan memurkai kalian selama-lamanya.
(HR. Bukhari-Muslim dari Abi Said Al-Khudry ra)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:57 AM

Kamar dan Pohon Surga


Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya di surga ada pohon, kalau seseorang berkendaraan kuda yang paling cepat dan lari dibawahnya maka tak akan putus naungannya selama seratus tahun
(HR. Bukhari dari Abi Said Al-Khudry ra)

Tidak hanya itu saja macam pohon surga. Disebutkan, salah seorang sahabat bernama Ka'ab ra pernah menanyakan kepada Rasulullah saw mengenai pohon-pohon surga. Rasulullah menjawab bahwa,

Di surga dahan pohon tidak kering, daunnya tidak gugur dan batangnya tidak rusak. Dan pohon yang paling besar di surga adalah pohon Thuba. Batangnya terdiri dari intan, galinya dari yakut, dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari sundus. Pada pohon itu terdapat tujuh puluh ribu cabang yang menghujam sampai ke dasar Arsy dan cabang yang terendah menggelayut sampai di langit dunia.

Tidaklah di surga itu merupakan kamar loteng dan cungkup melainkan pada cabang pohon itu mereka sama bernaung. Pada pohon itu terdapat buah-buahan yang menawan hati. Adapun perbandingannya di dunia adalah matahari yang berpusat di langit dan cahayanya sampai ke seluruh penjuru.
(Dari Durratun Nasihin III, hal. 27)

Dalam hadits lain,
Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Tiada pohon di surga kecuali batangnya dari emas
(HR. At-Tirmidzi)

Kejutan berikutnya adalah Allah menciptakan sesuatu yang bergelantungan pada pohon-pohon surga. Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga banyak pohon yang digantungi lonceng dari perak. Bila penduduk surga ingin mendengarkan bunyinya, maka Allah meniupkan angin dari bawah Arsy, lalu angin itu meniup pohon-pohon itu sehingga lonceng itu pun bergerak dengan bunyi yang amat merdu sehingga seandainya penghuni bumi mendengarnya tentu mati seketika karena bunyinya
(Dar Tafsir Showi juz III, hal 273) (Dari Ada Apa Setelah Mati, Moch Anwar)

Rasulullah saw bersabda:

Bagi seorang mukmin di surga, ada sebuah kemah dari mutiara yang berlubang, panjang tingginya enam puluh mil
(HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan,
Hadits dari Abu Musa al-Asyari ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda: Kemah itu merupakan suatu ruangan, tingginya tiga puluh mil. Tiap-tiap sudutnya ditempati oleh keluarga mukmin, tidak saling menampak antara mereka satu sama lain
(HR. Bukhari)

Hadits dari Abdullah bi Qais, dari ayahnya, mengatakan bahwa Nabi saw bersabda:

Orang mukmin di dalam surga memiliki kemah-kemah dari luk-luk. Satu ruangan, enam puluh mil panjangnya. Di dalam (kemah) itulah keluarga orang mukmin bermain-main berkeliling. Dan karena luasnya maka tidak tampak antara satu dengan lainnya.
(HR. Muslim)

Hadits dari Abu Musa ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya setiap orang mukmin di surga mempunyai sebuah kemah dari intan yang berlubang dalam satu riwayat panjangnya 60 mil. Di setiap ruang terdapat beberapa istri yang tidak melihat kepada yang lain dan mereka dikunjungi suaminya. Ia juga mempunyai dua taman dari perak yang dilengkapi dengan tempat barang-barang dan apa saja. Ia juga memiliki dua taman dari emas dengan segala sesuatu yang ada disana. Tidak ada tabu antara mereka dan antara melihat Tuhan mereka kecuali pakaian kebesaran-Nya tersedia di Surga Adn.
(Muttafaqun Alaih)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:55 AM

Kecantikan Bidadari Surga


Tentang surga Adn, malaikat Jibril as pernah mendapat kehormatan untuk melihatnya dari dekat, seperti yang diceritakan oleh Ibnu Mas'ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

Bahwasanya di kala Allah menciptakan surga Adn lalu Ia menyeru kepada Jibril: 'Pergilah kau ke surga dan saksikanlah apa yang Aku ciptakan buat para hamba-Ku dan kekasih-Ku.' Kemudian Jibril pergi mengelilingi surga, Ada seorang jariyah mendekatinya, yaitu bidadari yang amat sangat cantik rupawan dengan mata yang bulat.
Dari sebuah mahligai tersenyumlah bidadari itu kepada Jibril sehingga terang benderanglah surga Adn. Kemudian Jibril segera bersujud karena mengira bahwa itu adalah cahaya Allah Yang Maha Mulia.

Jariyah itu pun memanggil Jibril,

Jariyah: Wahai hamba yang dipercaya Allah! Angkatlah kepalamu!
(Jibril mengangkat kepala dan melihat bidadari itu)
Jibril: Maha Suci Dzat yang menciptakan engkau
Jariyah: Wahai kepercayaan Allah, tahukah engkau untuk siapa aku ini diciptakan?
Jibril: Tidak
Jariyah: Sesungguhnya Allah menjadikan daku untuk orang yang memilih keridhaan Allah daripada mengikuti hawa nafsunya.
(Durratun Nasihin III, hal 27 - Usman al-Khaibawi)

Keluarbiasaan paras dan keadaan para bidadari itu seolah-olah tembus pandang seperti minuman merah yang terlihat di balik kaca yang putih dan hijau.

Hadits dari Said al-Khudry ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Perempuan-perempuan surga (bidadari) itu betisnya kelihatan di balik tujuh puluh lapis pakaian sutera yang dikenakannya. Malah kelihatan sampai ke sumsum tulang betisnya. Demikianlah Allah berfirman dalam al-Al'Quran, bidadari itu seolah-olah batu permata yakut dan intan berlian yang berkilau-kilauan
(HR. Tirmidzi)

Begitu hebatnya kemilau yang dipancarkan bidadari, sampai disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda:

Kalau Sekiranya perempuan surga (bidadari) itu berada di dunia, maka terang benderanglah dunia ini karena sinar wajahnya. Dan perhiasan yang berada di kepalanya lebih bagus dari segala sesuatu yang terdapat dalam dunia
(HR. Bukhari)

Bahkan dalam hadits lain Rasulullah saw pernah menerangkan sinar yang dipancarkan hanya oleh jari manis seorang bidadari: Kalau sekiranya seorang bidadari menampakkan jari manisnya saja di dunia ini niscaya akan suramlah sinar matahari dan rembulan
(Tanbihul Ghaafiliina) - (Dar Durratun Nasihin I, hal 137 - Usman al-Khaibawi)

Disebutkan lagi bahwa bidadari-bidadari itu mengenakan 70 pakaian dan setiap lelaki memiliki 70 ranjang dari yakut merah. Setiap ranjangnya terdapat 70 sprei dan setiap sprei ada seorang wanita. Setiap wanita memiliki 1000 (seribu) teman dan setiap teman membawa piring yang terbuat dari emas sebagai ajang mereka makan.

Ibnu Abbas ra juga berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya di surga terdapat bidadari-bidadari yang disebut Ainna, ia dijadikan dari empat unsur yaitu misk, kafur, anbar dan zakfaran. Lempungnya diaduk dengan air yang hidup. Seluruh bidadari sangat merindukan suami-suami mereka. Andaikata ia meludah dalam lautan dengan satu ludahan, sungguh menjadi tawarlah air laut itu akibat ludahnya. Pada dagunya tertulis: 'Siapa yang ingin seperti keadaanku (memiliki daku), maka taatlah kepada Allah sebagaimana daku.'

Dalam riwayat lain Rasulullah saw menerangkan:

Allah Ta'ala telah menciptakan wajah-wajah bidadari dari empat warna, putih, hijau, kuning dan merah, dan telah menciptakan badannya dari kunyit, minyak misik, minyak anbar dan kafur, rambutnya dari buah pohon turki dari jari-jari kakinya sampai lutu dari kunyit yang bagus, dari lutut sampai pusatnya dari minyak misik, dari pusatnya sampai lehernya dari minyak anbar, dari lehernya sampai kepala dari kafur, maka kalau sekiranya dia meludah sekali di dunia ini niscaya ludah itu laksana minyak misik harumnya. Di dadanya terukir nama calon suaminya serta salah satu nama Allah Ta'ala, lebar antara dua pundaknya sejauh satu pos (kurang lebih 3 mil menurut kamus Marbawi), pada masing-masing tangannya terdapat sepuluh gelang dari emas, pada jari-jarinya terdapat sepuluh cincin dan dua kakinya terdapat gelang kaki dari permata dan mutiara
(Daqqa-Iqul Akhbaari) - (Durratun Nasihin I, hal 169-170)

Hadits dari Abi Said al-Khudry ra, ia berkata, Nabi saw pernah bersabda bahwa bidadari di dalam surga setiap setiap kali selesai disetubuhi oleh suaminya maka kembali perawan seperti semula
(Al-Hadits)

Hadits dari Anas bin Malik ra, ia berkata: Pernah ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: Ya Rasulullah, berapakah kekuatan laki-laki dalam menyetubuhi istri-istrinya di dalam surga? Nabi saw menjawab: Seratus kali dalam sehari. 
(HR Tirmidzi)

Firman Allah:
...: di dalam surga kami tidak merasa lelah dan tiada pula merasa letih.
(QS, Faathir 35)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:54 AM

Pintu Surga


Rumah-rumah di surga disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Said ra dari Rasulullah saw beliau bersabda:

Sesungguhnya penghuni surga akan dapat melihat penghuni kamar di atasnya sebagaimana mereka melihat bintang yang gemerlapan, satu-satunya bintang yang masih kelihatan di ufuk timur atau ufuk barat karena adanya kelebihan di antara mereka. Para sahabat bertanya: 'Wahau Rasulullah itukah tempat tinggal para nabi yang tidak dapat dicapai siapapun selain mereka?' Nabi menjawan: 'Bukan, demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya itu adalah buat orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.'
(Muttafaqun Alaih)

Gambaran gedung istana di dalam surga pernah digambarkan dalam sebuah hadits dari Aisya ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda:

Hai Aisyah, sesungguhnya di dalam surga itu terdapat beberapa gedung istana terbuat dari mutiara, batu permata merah dan dari batu zabarjud

Sedangkan kamar-kamarnya digambarkan oleh Rasulullah saw sebagai berikut:

Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat beberapa kamar yang beraneka ragam,semuanya bisa dilihat luarnya dari dalam dan dalamnya bisa dilihat dari luar

Dalam sebuah hadits diterangkan:

Sungguh di belakang as sirath(jembatan) terdapat padang belantara, di situ terdapat pohon-pohon yang indah. Dibawah tiap-tiap pohon terdapat dua mata air yang memancar dari surga, salah satunya dari arah kanan dan yang satunya dari arah kiri. Sedangkan orang yang beriman ketika melewati jembatan itu, mereka minumdari salah satu mata air itu sehingga hilanglah perasaan iri hati, khianat, kotoran, darah, dan air kencing. Maka bersihlah mereka lahir batin. Kemudian mereka menjadi wangi laksana minyak misik. Sesampainya di pintu surga maka keluarlah para bidadari, mereka masing-masing memeluk suaminya.

Rasulullah saw juga menerangkan bahwa surga memiliki pintu-pintu seperti sabdanya:

Sesungguhnya di surga ada pintu bernama arrayyan (pintu kesegaran) tempat masuk orang-orang yang berpuasa, nanti di hari kiamat. Hanya orang-orang yang berpuasa yang dapat masuk melalui pintu itu, mereka dipanggil oleh penjaganya: 'Dimanakah orang-orang yang telah berpuasa?' Maka mereka berdiri dan hanya mereka yang dapat masuk dari pintu itu, dan setelah mereka masuk, pintu pun ditutup, tak ada lagi seorang pun yang dapat masuk lewat pintu itu.
(HR. Bukhari-Muslim dari Sahal Bin Sa'ad ra)

Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas ra berkata:

Surga mempunyai delapan pintu dari emas yang ditetesi mutiara-mutiara. Pada pintu pertama tetulis: Tiada Tuhan selain Allah , Muhammad utusan Allah

Pintu pertama: Untuk para nabi, rasul, syuhada dan para dermawan
Pintu kedua: Untuk orang-orang yang mengerjakan shalat dengan menyempurnakan dan memperbaiki wudhunya, serta menyempurnakan syarat rukunnya
Pintu ketiga: Untuk orang-orang yang mengeluarkan zakat hartanya
Pintu keempat: Untuk orang-orang yang memerintahkan kebajiakn dan melarang kemurkaan
Pintu kelima:  Untuk orang-orang yang memutuskan kehendak hawa nafsunya dari kesyahwatan
Pintu keenam: Untuk orang-orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah
Pintu ketujuh: Untuk orang-orang yang berjuang meninggikan agama Allah
Pintu kedelapan: Untuk orang-orang yang bertaqwa yang memejamkan matanya dari perkara-perkara haram dan orang-orang yang beramal saleh, termasuk orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya serta menyambung tali persaudaraan
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:53 AM