Showing posts with label Kengerian Akhirat. Show all posts
Showing posts with label Kengerian Akhirat. Show all posts

Timbangan Mizan


Tentang hisab (pemeriksaan dan perhitungan amal) dilaksanakan, ada beberapa kelompok manusia yang dipersilahkan langsung memasuki surga yaitu para ahli keutamaan(sabar dan pemaaf), ahli kesabaran,  dan orang-orang yang saling mencintai karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

Mizan itu dipancagkan sesudah mereka masuk ke dalam surga

Ibnu Abbas ra ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

Pada hari kiamat mizan ditegakkan diatas tiang yang panjangnya sejauh timur dan barat. Adapun alasnya seluas dunia. Satu alas berada di sebelah kanan Arsy berupa alas kebaikan dan yang lain di sebelah kiri Arsy berupa alas kejelekan.
(Dari Berita Ghaib dan Alam Akhirat, hal 147)

Proses Hisab

Orang-orang yang bertaqwa dihisab dengan hisab yang ringan dan mudah.
Seperti firman Allah:

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, Maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah
(QS. Al-Insyiqaq, 84:7-8)

Mereka bertambah riang serta tiada sedikit pun rasa khawatir di hati mereka, apalagi setelah Allah ssendiri yang memberi jaminan, seperti firman-Nya:

Wahai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati
(QS. Az-Zukhruf, 43:68)

Nabi saw bersabda:

Akan dipanggil salah seorang dari mereka (orang-orang mukmin) lalu bukunya diserahkan dari sebelah kananya, lalu ia menghadapkan badannya untuk menerima buku itu, maka menjadi putih wajahnya dan diatas kepalanya dikenakan mahkota dari mutiara yang gemerlapan kemudian ia kembali kepada teman-temannya. Mereka melihatnya dari jauh lalu berkata: 'Ya Allah, berilah kami keuntungan seperti itu dan berkahilah kami pada saat ini.' Lalu pemimpinnya datang kepada mereka dan berkata: 'Bergembiralah wahai teman-teman sekalian sebab setiap orang dari kamu akan diberi semacam ini.'
(Dari Tafsir Ibnu Katsir) - (Dari Ada Apa Setelah Mati, hal.65 - H Moch.Anwar)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa kepala mereka dipasang kuluk dari emas yang dibatik dengan intan dan mutiara. Dikenakan pada mereka tujuh puluh pakaian, tiga gelang emas, perak dan mutiara. Kemudian mereka kembali kepada saudara-saudar mereka karena keindahan dan kesempurnaannya. Di sebelah kanannya tertulis amal kebajikannya dan bebas dari neraka serta kekal abadi di surga.

Maka berkatalah ia kepada saudaranya: 'Apakah kalian mengenal daku? Aku adalah Fulan bin Fulan

Adapun orang-orang kafir dihisab dengan hisab yang sangat berat kemudian menjadi rusak.
Seperti firman Allah:

Adapun orang yang diberikan kirabnya dari belakngnya. Maka ia akan berteriak: 'Celakalah aku!' Dan ia akan masuk di api yang menyala-nyala.
(QS. Al-Insyiqaq, 84:10-12)

Nabi saw bersabda:

Dan adapun orang kafir, lalu hitam wajahnya , lantas ia menghadapkan badannya untuk menerima bukunya dan teman-temannya melihat dia. Lalu kata mereka: 'Kami berlindung kepada Allah dari kerugian semacam itu. Ya Allah, janganlah kami diberi buku semacam itu.' kata temannya: 'Ya Allah, hinakanlah dia.' Lalu katanya: 'Semoga Allah menjauhkan kamu sekalian, sesungguhnya dari akan diberi buku semacam ini.'
(Dari Tafsir Ibnu Katsir) - (Dari Ada Apa Setelah Mati, hal.65 - H Moch.Anwar)

Adapun pada kepala mereka dipasang kuku dari neraka dan dikenakan pakaian dari tembaga yang sangat panas. Pada leher mereka dipasang bara api yang kemudian menyala. Tangan-tangan mereka diikatkan pada leher mereka. Muka mereka menjadi hitam kelam dan matanya melotot. Saudara-saudara mereka tidak mengenalnya karena keadaannya yang begitu buruk dan mengerikan.
Sehingga ia berteriak: 'Aku adalah Fulan bin Fulan!'

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang-orang kafir ketika dipanggil namanya untuk menghadap hisab, maka majulah seorang malaikat diikuti malaikat azab. Dada si kafir dipecahkan, tangan kirinya ditarik menembus punggungnya dari antara kedua belikatnya lalu kitab amalnya diberikan. Kemudian para malaikat menyeret wajah orang kafir itu dan dicampakkan ke dalam neraka
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:52 AM

Tuhan-Tuhan Kaum Kafir dan Keselamatan Kaum Muslimin pada Hari Pembalasan


Ummat manusia akan dikelompokkan dengan tuhan-tuhan mereka masing-masing seperti keterangan dari Abu Said al-Khudry ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

Ada penyeru yang mengumumkan: Setiap kaum supaya bergabung dengan apa yang mereka sembah. Penyembah-penyembah salib pergi bersma salib mereka; penyembah-penyembah patung bersama patungnya; juga penyembah-penyembah tuhan-tuhan yang lain pergi bersma tuhan-tuhan mereka. Sehingga tinggal orang-orang yang mengabdi kepada Allah atau orang-orang yang berbuat maksiat dan orang-orang ahli kitab dari kaum Yahudi dan Nasrani. Kemudian diperlihatkan Jahannam yang seolah-olah seperti fatamorgana, lalu orang-orang Yahudi ditanya: Apa yang kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair anak Allah. Dikatakn kepada mereka: Kalian dusta, Allah tidak beristri dan juga tidak beranak. Sekarang apa yang kalian inginkan? Mereka berkata: Kami ingin minum. Lalu dikatakan Minumlah! setelah mereka minum, mereka berjatuhan ke dalam Jahannam. Orang-orang Nasrani ditanya: Apa yang kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah al-Masih anak Allah. Dikatakan kepada mereka: Kalian dusta, Allah tidak beristri dan beranak. Sekarang apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami ingin minum. Maka diperintahkan: Minumlah! Lalu mereka berjatuhan ke dalam Jahannam.

Sekarang tinggallah orang-orang yang beribadah kepada Allah dan orang-orang yang mengerjakan maksiat. Lalu mereka ditanya: Apa yang menahan kalian disini sedang mereka(yang lain) sudah lama pergi? Mereka menjawab: Kami berpisah dengan mereka dan kami hari ini benar-benar membutuhkan kepada Tuhan kami(Allah) dan sungguh kami telah mendengar seruan penyeru: Setiap kaum supaya bergabung dengan apa yang mereka sembah. Sesungguhnya kami menunggu Tuhan kami. Nabi Muhammad saw bersabda: Maka Allah datang kepada mereka dalam rupa yang tidak mereka kenal pada awal perjumpaan mereka dengan-Nya. Maka Allah berfirman: Aku adalah Tuhan kalian. Mereka berkata:

Engkau adalah Tuhan kami, lalu tidak ada yang berani berbicara dengan-Nya kecuali para Nabi. Adakah antara kalian dan antara-Nya ada tanda-tanda yang kalian kenal? Mereka menjawab: Betis! Maka dibukakanlah betis-Nya, lalu setiap mukmin bersujud kepada-Nya. Dan tinggallah orang-orang yang bersujud kepada Allah karena riya ' serta minta dipuji(waktu masih di dunia). Mereka pergi untuk bersujud, tetapi tidak bisa bersujud, punggungnya kembali melekat menjadi satu. Kemudian didatangkan jembatan yang dipasang di atas kedua tepi Jahannam. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jembatan itu? Beliau menjawab: Jembatan itu licin sekali dan menggelincirkan, padanya terdapat besi-besi permusuhan(dendam) yang membingungkan. Disana terdapat pula duri pohon "Uqaifa" seperti yang terdapat di Najd yang disebut Sa'dan. Orang-orang mukmin yang melewatinya adaya yang cepatnya seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti kuda balap yang amat cepat dan ada pula yang seperti kuda biasa. Ada yang selamat dan terhindar dari bahaya. Ada pula yang berhasil, tetapi harus babak-belur. Ada yang langsung terjerumus ke dalam Jahannam. Sampai pada giliran terakhir, mereka itu berjalan dengan pantatnya. Tidakkah kalian itu melebihi aku (Muhammad saw) dalam mencari kebenaran.

Telah jelas bagimu bahwa kebenaran pada hari itu hanya pada Allah. Apabila orang-orang mukmin mengetahui bahwa mereka telah selamat, sedangkan teman-temannya masih tertinggal, mereka berkata: Wahai Tuhan Kami teman-teman kami sama mengerjakan shalat dan beramal bersama kami. Lalu Allah berfirman: Pergilah kalian dan carilah mereka, siapa yang kalian jumpai dan dalam htinya ada rasa iman seberat dinar, keluarkanlah dari neraka. Dan Allah melarang neraka membakar orang-orang yang sedang mencari kawan-kawannya yang ada di neraka. Sebagian ada yang terjun ke neraka sampai pada kakinya, ada yang separuh betisnya. Kemudian mereka mengeluarkan orang-orang yang mereka kenal lalu kembali. Maka Allah berfirman: Pergilah kalian, carilah kawan-kawanmu, siapa yang kalian jumpai dan dalam hatinya ada iman seberat setengah dinar, maka keluarkanlah ia dari neraka. Kemudian mereka mengeluarkan orang-orang yang mereka kenal. Allah berfirman: Pergilah kalian, siapa yang kalian jumpai dan dalam hatinya terdapat iman seberat biji yang kecil, keluarkanlah dari neraka.

Maka berkata: Kalau kalian tidak percaya padaku maka simaklah: Innalaha Laa Yazhlimu mitsqala Dzarratin Wa In Taku Hasanatan Yudha 'lfhaa (Sesungguhnya Allah tidak akan zalim walaupun seberat biji sawi. Apabila baik, maka Dia akan melipatgandakannya). Maka para nabi memberi syafaat, juga para malaikat dan  orang-orang mukmin.

Allah berfirman: Tinggallah syafaat-Ku. Allah menggengam api lalu mengeluarkan beberapa golongan yang tidak terbakar. Mereka dijatuhkan ke dalam sungai yang terletak di mulut-mulut surga yang disebut "Air Hidup." Maka mereka tumbuh(hidup) di kedua tepinya seperti tumbuhnya biji tanah yang dibawa oleh banjir yang dapat kita lihat di pinggir ladang dekat pohon. Mana yang kena sinar matahari menjadi hijau, mana yang kena bayangan pohon menjadi putih. Mereka keluar dari sungai seolah-olah seperti mutiara. Di leher mereka ada tanda kemudian mereka masuk surga. Penghuni surga berkata: Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah dari neraka. Mereka dimasukkan ke surga tanpa amal yang mereka lakukan dan tanpa kebaikan yang mereka perbuat(semata-mata karena kasih sayang Allah) lalu dikatakn kepada mereka: Bagimu kenikmatan-kenikmatan yang kamu lihat ditambah sesamanya lipat ganda.
(Muttafaqun 'Alaih)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:51 AM

Kehidupan Akhirat


Rasulullah saw pernah menggambarkan keadaan akhirat, beliau bersabda:

Di kemudian hari, diletakkan titian di antara punggung Jahanam. Maka aku adalah orang pertama yang diharuskan (melewatinya) di antara para rasul beserta ummatnya, dan tidaklah berkata-kata seorang pun pada hari itu kecuali para rasul dan perkataan rasul-rasul pada hari itu:'Ya Allah, selamatkan!, selamatkan! 
(HR. Bukhari dari Abu Hurarirah ra)

Seorang sahabat bertanya dimana Nabi saw pada saat-saat yang amat genting itu. Disebutkan dalam sebuah hadits, dari Anas ra:

Aku telah bertanya kepada Nabi saw untuk syafaat bagiku pada hari kiamat. Maka Nabi saw bersabda: 'Akulah yang membuat syafaat.' Berkata aku:'Ya Rasulullah dimanakah aku mencari engkau?' Bersabda Nabi saw:'Carilah aku pada permulaan mencari pada sebuah titian.' Aku bertanya lagi:'Jika aku tidak menemui engkau pada titian itu?' Bersabda beliau:'Maka carilah aku di dekat Mizan(timbangan).' Aku bertanya lagi:'Jika aku tidak menemui engkau di dekat Mizan?' Bersabda beliau:'Carilah aku di dekat telaga.'Maka sesungguhnya tidak akan keliru mencariku pada ketiga tempat itu. (HR. Tirmidzi)

Dalam hadit lain dari Hudzaifah dan Abu Hurairah ra mereka berkata, Rasulullah bersabda:

Kelak Allah akan mengumpulkan semua manusia kemudian mereka berdiri di dekat surga lalu mereka mendatangi Nabi Adam seraya berkata: 'Hai Bapak kami, bukakanlah pintu surga untuk kami!' Adam menjawab: 'Bukankah tidak ada yang menyebabkan kamu keluar dari surga melainkan kesalahn bapak kamu(Adam)? Aku tidak berhak melakukan hal itu, pergilah kepada putarku Khalilullah Ibrahim!' Nabi saw bersabda: ' Kemudian mereka mendatangi Nabi Ibrahim, lalu Ibrahim menjawab: 'Aku tidak berhak melakukan itu, aku sebagai Khalilullah berada di belakang sekali. Pergilah kepada Musa yang pernah berbicara langsung dengan Allah. 'Kemudian mereka datang kepada Nabi Musa, lalu Musa menjawab: 'Aku tidak bisa melakukan hal itu, pergilah kepada Isa(yang diciptakan) dengan Kalimah Allah dan ruh dari Allah. 'Isa menjawab: 'Aku tidak berhak melakukan hal itu.'  Kemudian mereka datang kepada Muhammad saw, lalu Muhammad saw bangkit kemudian ia diberi izin (oleh Allah untuk memberi syafaay). Maka dilepaskanlah amanat dan keluarga (yang menjadi tanggungannya) kemudian keduanya berdiri di samping kanan sirath (jembatan yang menuju surga). Lalu menyebranglah gelombang pertama bagaikan kilat. Hudzifah bertanya: 'Bagaikan kilat?' Nabi saw menjawab: 'Tahukah kamu orang yang pulang pergi sekejap mata?' Kemudian gelombang berikutnya perti angin, kemudian seperi terbangnya burung, kemudian seperti larinya seseorang dengan sangat kencang, yang semuanya itu dilarikan oleh amal perbuatan merek sendiri, sedang nabimu pada saat itu berdiri di dekat sirath sambil berdoa: 'Ya Allah! Selamatkanlah mereka! Selamtkanlah mereka!' Sehingga tibalah giliran orang-orang yang lemah-lemah amal mereka sampai ada yang tidak bisa berjalan melainkan dengan merangkak, sedang di kanan kiri sirath ada gantungan-gantungan yang berfungsi mengait orang-orang tertentu yang harus diambilnya, maka ada yang luka tetapi selamat dan ada pula yang tersungkur ke dlam neraka. Abu Hurairah berkata? Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah di tangan-Nya bahwa dasar Jahanam itu dalamnya adalah tujuh puluh tahun(perjalanan). (HR. Muslim)

Disebutkan dalam riwayat lain tentang perjalanan manusia di atas sirath, bahwa yang lebih menakjubkan adalah sebagian mereka melewati neraka tetapi sedikit pun tidak takut terhadap kedahsyatan dan kehebohan neraka, Tidak sedikitpun api neraka menimpa mereka sampai-sampai setelah mereka melintasi neraka mereka berkata: 'Dimanakah sirath?' Dikatakan kepada mereka: 'Kalian telah melewatinya dengan rahmat Allah Ta'ala.

Dalam riwayat lain disebutkan tentang keadaan ummat Muhammad saat itu. Diceritakan bahwa Malaikat Jibril as pernah menemui Rasulullah dalam bentuk seorang laki-laki yang elok paras mukanya.
Rasulullah bertanya,

Rasulullah: Wahai Jibril, dimanakah ummatku nanti di hari kiamat?
Jibril: Mereka berada pada suatu bumi yang licin, tidak berumput dan tidak berpohon untuk bernaung dari panas. Bukit-bukit bertebaran seperti bulu burung yang dihempas angin. Lalu mereka dilemparkan ke dalam Jahannam yang mempunyai 70.000 ziham(kekang dari api). Pada setiap ziham ada 70.000 malaikat yang menghelanya. Pada ssat itu Tuhan berkata kepada Jahannam.
Allah: Hai Jahannam! Janganlah engkau makan mereka yang pernah mengucapkan laa ilaaha illallaah
Jahannam: Aku hanya memakan mereka yang menyembah selain Engkau.

Penderitaan para ahli neraka dilukiskan dalam sebuah hadits, bersabda Rasulullah saw:

Hai ummat manusia! menangislah kamu, jika kamu tidak menangis maka kamu akan saling menangis. Bahwa orang-orang dalam neraka itu menangis sehingga mengalir air mata membasahi pipinya. Setelah habis air mata, maka keluarlah darah. Darah bercucuran dari matanya. Kalau ada perahu maka perahu itu akan dapat berlayar di atas darah itu. (HR. Ibnu Majah)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 2:50 AM

Jarak Matahari di Padang Mahsyar

Apabila kelak pada hari kiamat matahari didekatkan hingga tinggal berjarak satu atau dua mil, mereka dibakar oleh terik matahari sehingga berkeringat sesuai dengan amalan mereka; ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri hingga dua tumitnya, ada yang sampai pinggangnya dan ada juga yang tenggelam sapai di atas mulutnya.
(HR. Muslim dari Miqqad ra)

Sekarang jarak Matahari dengan bumi 140juta km. Jadi 1 mil sama dengan 1.8 km diatas kepala ummat manusia.

Pada hari itu disebutkan ada seorang hamba yang sangat memilukan doanya karena begitu tidak tahannya,

Kelak pada hari kiamat ada orang yang tenggelam dalam keringatnya hingga atas mulutnya dan meratap: Ya Rabbi! rahmatilah aku walaupun dimasukkan ke neraka. (HR. At-Tabarani yang bersumber dari Ibnu Mas'ud)

Pernah orang bertanya kepada Rasulullah saw tentang gambaran para ummat yang menunggu di Padang Mahsyar. Abdullah bin Mas'ud dari Nabi saw bersabda:

Dikumpulkan oleh Allah orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian hingga batas waktu tertentu di tempat berdiri selama empat puluh tahun, terbuka mata mereka menunggu keputusan Tuhan. (HR. Ibnu Abid Dunya, Tabarani dan Hakim)

Karena hebatnya keadaan dan tegangnya saat-saat menunggu keputusan Tuhan, Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti, sehingga ia ditanya tentang empat perkara: umurnya, untuk apa dihabiskan. Ilmunya, apa yang dikerjakan. Hartanya, dari mana dihasilkan dan untuk apa dibelanjakan. Jasadnya, bagaimana dipergunakan. (HR.Ahmad)

Memang hari itu begitu berat, namun beratnya hari itu tidak berlaku bagi orang-orang mukmin, seperi hadits dari Abu Said al Khudry dari Rasulullah saw bersabda:

Suatu hari yang ukurannya lima puluh tahun. Sahabat bertanya: Alangkah panjangnya hari itu. Nabi menjawab; Demi Allah, ia akan diringankan bagi orang-orang mukmin hingga lebih ringan daripada mengerjakan shalat fardhu. (Hr. Ahmad, Abu Ya'la dan Ibnu Hibban)
dodidananggie kos setiabudi bandung Updated at: 1:13 PM